Senin, 26 April 2010

Bogor Benahi Pemukiman Kumuh

DINAS Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Bogor akan segera membenahi pemukiman kumuh di wilayah Kota Bogor.

Tiga lokasi pemukiman kumuh yang akan dibenahi adalah daerah Babakan Pasar, Kebon Pedes dan wilayah Sempur. Ketiga wilayah tersebut kini masuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Bogor.

Rencana pembenahan daerah pemukiman kumuh itu muncul dalam pertemuan antara tim Kementrian Perumahan Rakyat dan DCKTR belum lama ini di Balaikota Bogor. “Wilayah Kebon Pedes akan menjadi dasar awal penanganan kawasan pemukiman kumuh tahun 2010 ini. Selanjutnya akan disusul wilayah Babakan Pasar dan Pulo Geulis,” ujar Maman Abdurahman, Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman DCKTR Kota Bogor kepada wartawan.

Maman menjelaskan, penanganan daerah kumuh di Kelurahan Kebon Pedes, terutama di Blok IV yang sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya menjadi tolak ukur penanganan daerah kumuh lainnya di wilayah lain di Kota Bogor. Namun demikian, penanganan wilayah kumuh juga disesuaikan dengan kondisi daerah tersebut.

Menurut Maman, wilayah Kebon Pedes sejak tahun 2007 mendapat bantuan teknis dari Departemen PU. Kawasan Kebon Pedes dinilai sangat strategis karena terletak di wilayah Kecamatan Tanah Sareal dan berbatasan dengan empat Kelurahan, yakni Tanah Sareal, Kedung Badak, Kedung Jaya, dan Kedung Waringin. Sedangkan wilayah fisik, Kebon Pedes berbatasan sungai Cipakancilan, Jalur Kereta Api dan Jalan Protokol.

Dalam pertemuan itu katanya, hadir pula Asisten Deputi Sistem Pengembangan Kawasan Kementerian Perumahan Rakyat Hazaddin TS dan Kepala DCKTR Indra Roesli.

Lebih jauh katanya, wilayah Kebon Pedes termasuk daerah unik, karena selain terdapat pemukiman, juga ada industry berskala Nasional yaitu PT Goodyear, TPU Blender yang merupakan tempat pemakaman umum terbesar di Kota Bogor, peternakan sapi perah, tempat pemotongan ayam , termasuk adanya home industry.

“Karena itu, wilayah kumuh di Kebon Pedes menjadi pilot project penanganan wilayah kumuh di daerah lainnya,” katanya.

Menanggapi rencana Pemkot Bogor yang akan menata kawasan kumuh di Kota Bogor, Abdul Hamid Ketua RW 4, Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, menyambut baik rencana ini.”Pada prinsipnya warga disini setuju kalau memang wilayah akan ditata. Tapi, tentunya warga berharap agar Pemkot tidak memindahkan tempat tinggal mereka ke lokasi lain,”ujarnya

Masih Banyak Pengendara Tak Gunakan Helm SNI

Wajib helm Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi para pengendara dan penumpang sepeda motor sedianya dilaksanakan mulai April 2010 ini. Namun penerapan sanksinya belum dilakukan karena masih dalam tahap sosialisasi.

Di balik masa sosialisasi itu, dari pantauan Warta Kota, Jumat (2/4), banyak pengendara tidak menggunakan helm standar SNI, sekalipun mereka mengaku sudah tahu akan aturan itu.

Murdi (33), warga Makasar, Jakarta Timur, mengaku harga helm berlogo SNI yang sedikit lebih mahal membuatnya enggan membeli helm baru. “Untuk orang seperti saya buat apa beli helm harga ratusan ribu. Yang penting bisa melindungi kepala dan menutup sempurna sudah cukup,” ujar pria yang bekerja sebagai sebagai buruh pabrik susu di Jakarta Timur

Dia mengatakan, jika benar benar sanksi dan aturannya akan diterapkan sebaiknya pemerintah dan produsen helm membuat dan menjual helm SNI murah secara besar-besaran. “Harganya mesti terjangkau, karena sebagian besar pengendara motor adalah orang menengah ke bawah,” katanya.

Menurut Mardi, harga helm SNI di pasar tergolong cukup mahal.”Harganya sekitar seratus ribuan ke atas. Bagi saya uang segitu cukup besar” katanya. Dia usul harga helm SNI yang terjangkau untuk dirinya adalah sekitar Rp 50.000-an.

Video Porno SMA Beredar di Bandung

Video berdurasi 24 menit yang memperlihatkan adegan asusila seorang perempuan berseragam batik SMA Pasundan Bandung beredar di kota kembang itu sejak beberapa waktu lalu.

Wakil Kepala Sekolah SMA Pasundan 1, Memo Maksum, saat dimintai konfirmasi mengenai hal tersebut, Jumat (23/4), mengatakan pihaknya sudah memeriksa semua siswa perempuan dan tidak ada yang mirip.

"Itu memang batik SMA Pasundan. Mungkin saja memang siswa SMA Pasundan. Tapi di Jabar SMA Pasundan itu banyak. Kalau pun anak Pasundan sini, mungkin yang sudah keluar," kata Memo.

Memo mengatakan, pihak sekolah sudah mengetahui video tersebut sejak tiga bulan lalu dan sudah mencermati video tersebut untuk memastikan sosok sang perempuan tersebut.

Seorang siswi SMA Pasundan 1, mengungkapkan, dirinya mengetahui identitas perempuan yang ada di video itu, dan memang benar dia pernah sekolah di SMA Pasundan 1 tetapi sudah lulus.

Video asusila yang menampilkan sosok pria dengan tato di punggung tersebut terlihat dibuat dengan sengaja dengan penampilan gambar yang rapi dan jelas

Penembakan TKI Diadukan ke Komnas HAM

LEMBAGA swadaya masyarakat yang bergerak di bidang buruh migran, Migrant Care Indonesia, mengadukan penembakan terhadap tiga orang tenaga kerja Indonesia di Malaysia kepada Komnas HAM, Senin (26/4).

"Penembakan yang dilakukan oleh polisi Malaysia yang mengakibatkan hilangnya nyawa ketiga pahlawan devisa tersebut merupakan pelanggaran HAM serius," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu, Anis Hidayah di gedung Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Senin.

Menurut dia, hal tersebut juga bisa dinilai sebagai pelecehan terhadap martabat bangsa Indonesia yang menghormati prinsip-prinsip HAM.

Ia menegaskan, belum ada perkembangan yang signifikan mengenai keseriusan pemerintah Malaysia dalam menuntaskan masalah penembakan tenaga kerja Indonesia (TKI) tersebut.

Bahkan, kata dia, pihak keluarga juga tidak pernah menerima ucapan duka cita dari perwakilan negara Malaysia.

Untuk itu, Migrant Care selain mengadukan hal ini kepada Komnas HAM juga menyerukan kepada berbagai organisasi HAM internasional seperti Dewan HAM PBB, Amnesty International, dan Human Rights Watch untuk segera melakukan investigasi terhadap penembakan tiga TKI oleh polisi Malaysia.

Berkaitan dengan hal ini, KBRI di Malaysia sudah mempertanyakan dan telah mengirim nota resmi kepada kementerian luar negeri, kementerian dalam negeri, dan kepolisian Malaysia untuk mempertanyakan adanya laporan berbeda mengenai penembakan tiga TKI asal Sampang.

Menurut laporan polisi Malaysia yang diterima KBRI, Kepala polisi Selangor Khalid Abu Bakar mengatakan, ketiga TKI itu merupakan anggota "Geng Gondol" yang terlibat perampokan 19 rumah di beberapa negara bagian Malaysia.

Namun, KBRI menerima laporan dari beberapa teman TKI yang menjadi saksi melihat ketiga TKI itu dibawa baik-baik oleh polisi Malaysia untuk dimintai keterangan.

Menurut versi teman-temannya, Senin tengah malam, 15 Maret 2010, tiga TKI asal Sampang, Madura sedang berada di kafe internet di flat mereka tinggal di kawasan Damansara. Ketiganya adalah Musdi, Abd Sanu dan Muhlis.

Tiba-tiba, ada beberapa polisi datang dan membawa daftar nama yang mereka cari. Polisi tidak mendapatkan nama yang dicari, kemudian mengambil tiga TKI asal Sampang bernama Musdi, Abd Sanu dan Muhlis untuk dimintai keterangan.

Mereka kaget ketika Rabu, 17 Maret 2010, membaca beberapa media cetak memberitakan tiga teman mereka mati ditembak polisi dengan cerita versi polisi. Ceritanya jauh berbeda dengan kesaksikan mereka

KBT Jadi Pulau Sampah

BELUM lagi beroperasi penuh, Kanal Banjir Timur (KBT) telah dipenuhi sampah. Pulau sampah bermunculan di sepanjang aliran kanal tersebut terutama dari arah Kali Cipinang. Warga khawatir sampah akan membusuk dan menjadi sumber penyakit. Selain itu sampah yang menumpuk menimbulkan bau yang tidak sedap.

Zamri (47), warga Kampung Jembatan, Jatinegara, Jakarta Timur, yang tinggal di sisi utara KBT mengeluhkan banyaknya sampah hingga membentuk pulau di aliran KBT. "Kalau nggak ada yang menangani, kami takut sampah di KBT ini jadi sumber penyakit," katanya, Selasa (6/4).

Hal serupa diungkapkan Amir (47) warga lainnya. Ia mengatakan sejak sisi tanggul dibuka pada Februari lalu, sampah yang menumpuk di aliran KBT semakin banyak dan dibiarkan begitu saja. Beberapa warga berinisiatif membakar tumpukan sampah itu.

"Ini keterlaluan. Kita berinisiatif membakar sampah di aliran KBT sementara pemerintah tampaknya diam saja," katanya.

Pantauan Warta Kota, sampah yang menggunung sedikitnya terdapat di tiga titik KBT di Cipinang Besar Selatan. Plastik-plastik bekas, sisa-sisa makanan, limbah industri pabrik, bahkan kasur bekas terlihat masuk ke kanal tersebut dan tertahan membentuk pulau sampah. Sesekali tampak air kanal di dekat sampah menjadi hitam dan berbusa pertanda adanya limbah kimia di sana.

Kepala Balai Besar Waduk Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Pitoyo Subandrio mengatakan, sampah di aliran KBT juga berasal dari masyarakat. Menurutnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kejernihan air kanal sangat kurang. "Banyak kita temukan warga sekitar KBT yang justru membuang dan melempar bungkusan sampah ke KBT," ucapnya.

Berdasarkan pengamatan, sampah di kawasan Cipinang Besar Selatan ini paling banyak dibandingkan di empat kali lainnya yang mengalir ke KBT.

Pitoyo menuturkan sampah tersebut bukan hanya dari Jakarta, tetapi juga dari daerah lain. Sampah terbawa aliran lima kali yang mengalir ke KBT yaitu Kali Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Kali Cakung.

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Prijanto, mengatakan, pihaknya akan membentuk lembaga khusus yang bertanggung jawab dalam perawatan dan penanganan sampah di aliran KBT. "Untuk pemeliharaan dan pengelolaan sampah di KBT, akan dibentuk lembaga yang bertanggung jawab merawat kanal itu khusus untuk mengatasi sampah," ujarnya seusai rapat kerja dengan tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jakarta Timur di Kantor Wali Kota Jakarta Timur

Korban Mutilasi Dikubur di Pangrango

POTONGAN tubuh seorang lelaki yang diduga korban mutilasi ditemukan warga di kaki Gunung Gede-Pangrango, Kampung Tapos, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Minggu (25/4) petang. Potongan tubuh lelaki yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan sudah terkubur dengan kondisi leher tergorok dan kedua kakinya terpotong. Tak hanya itu, alat kelaminnya juga terpotong.

Kapolsek Ciawi AKP Hasan mengatakan, mayat korban multilasi yang membuat warga sekitar gempar tersebut ditemukan oleh Rudi (38), warga setempat yang saat itu tengah mencari rumput untuk pakan kambing.

Di tengah perjalanan saat akan mencari rumput, Rudi dikagetkan dengan sebuah gundukan tanah yang di atasnya tertancap sebatang kayu. Karena penasaran dan berharap ada benda berharga di bawah gundukan tanah tersebut, Rudi langsung menggalinya dengan arit yang biasa ia gunakan untuk memotong rumput.

Namun, bukan harta karun yang ditemukan Rudi, tapi kepala manusia yang sudah terpisah dengan badannya. Rudi segera mengabarkan penemuan mayat tersebut kepada warga sekitar dan selanjutnya melapor ke Polsek Ciawi.

Hasan mengatakan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) diketahui bahwa mayat lelaki yang diperkirakan berusia 25 tahun tersebut diduga telah dikubur sejak tiga hari lalu. "Ketika diangkat dari lokasi, mayat dalam kondisi tanpa pakaian. Kedua lutut korban juga telah terpotong dan ada bekas sayatan di lehernya," ujarnya.

Tidak hanya itu, alat kelamin korban juga telah terpotong. Selanjutnya, untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban multilasi dengan ciri-ciri tinggi badan sekitar 155 cm, berperawakan kurus, rambut ikal, dan kulit putih tersebut langsung dievakuasi ke RS Polri dr Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk diotopsi.

"Kami belum mengetahui identitasnya. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya dipersilakan menghubungi kami," ujar Hasa

Senin, 19 April 2010

Curi HP, Sales Kecantikan Ditangkap

BERPURA-PURA menjadi sales sebuah produk kecantikan, Munandar (24), warga Desa Parakanjaya, Kemang, Kabupaten Bogor ditangkap aparat Polsek Bogor Barat.

Munandar ditangkap karena diduga telah mencuri handphone milik kakak beradik Irma (50) dan Rita (45) warga Menteng, Bogor Barat. Aksi pencurian dilakukan di rumah korban, Rabu (14/4) lalu. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berpura-pura menawarkan berbagai produk kecantikan. Saat kedua tak sadarkan diri akibat mencium minyak wangi yang diduga mengandung obat bius, pelaku beraksi dengan menggasak HP korban.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi pencurian bermula saat Munandar datang ke rumah korban di Menteng untuk menawarkan berbagai produk kecantikan. Saat mencoba menghirup sebuah minyak wangi, tiba-tiba kepala kedua korban pusing dan tidak lama kemudian tidak sadarkan diri. Diduga, minyak wangi yang dihidup korban mengandung obat bius. Saat Irma dan Rita terkulai tidak sadarkan diri, pelaku mengambil HP korban yang diletakan di meja.

Korban yang sadar dari pengaruh obat bius kaget, saat mendapati sales tersebut sudah tidak ada di rumahnya. Yang lebih membuat korban shok, ternyata pelaku juga mengambil HP miliknya. Oleh kedua korban, kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Bogor Barat.

“Setelah mendapatkan laporan, kita langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran pelaku berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan korban kepada petugas,” ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Bogor Barat Ipda Budi Santoso.

Polisi yang mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku, akhirnya bisa menangkap Munandar di salah satu rumah temannya di daerah Kemang, Kabupaten Bogor, Kamis (15/4) sekitar 12.00 siang.

Kepada penyidik, Munandar mengaku baru pertama kali melakukan aksinya dengan alasan desakan ekonomi. “Ini baru pertama kali,” katanya di balik ruang tahanan Polsek Bogor Barat.

Ipda Budi Santoso mengatakan, akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 356 junto Pasal 362 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman tujuh tahun penjara.